Pemerintah Kabupaten Ende menggandeng Pusat Studi Pariwisata UGM dalam penyusunan Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Kawasan Wisata Bahari Pantai Kota Raja. Kabupaten Ende memiliki pesona alam, budaya, sejarah, kuliner, souvenir yang bisa dijadikan modal besar dalam pembangunan pariwisata. Daya tarik wisata unggulan skala nasional di wilayah ini ialah Danau Kelimutu yang merupakan yang termasuk salah satu dari 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kelimutu-Ende. Selain Kelimutu, daya tarik wisata lainnya yang sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah ini adalah Pantai Kota Raja. Pantai Kota Raja merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Ende yang ramai dikunjungi wisatawan. Guna mewujudkan Kawasan Wisata Bahari Pantai Kota Raja sebagai sebuah daya tarik wisata unggulan, diperlukan dokumen perencanaan sebagai basis pembangunan, yaitu Rencana Induk dan DED. Rencana Induk ini merupakan pedoman pengembangan objek wisata yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan lingkungannya serta mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada.
Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kepariwisataan Untuk Peningkatan Kapasitas SDM di Lingkungan Dinas Pariwisata. Pemerintah, sesuai dengan tugas dan kewenangannya, berperan sebagai fasilitator dan regulator dalam pembangunan sektor pariwisata. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta melalui pendekatan yang inovatif, sehingga mampu menanggapi dinamika pariwisata dan ekonomi kreatif global, memahami prinsip pembangunan pariwisata, menguasai produk dan pemasaran pariwisata serta memanfaatkan teknologi informasi dalam pengembangan pariwisata.
Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menyelenggarakan pelatihan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA). Pelatihan ini diikuti oleh para dosen Poltekpar Makassar dan bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang pembangunan kepariwisataan di suatu wilayah.
Selain membekali peserta mengenai pentingnya RIPPARDA, pelatihan juga menekankan proses penerapan RIPPARDA menjadi peraturan daerah (Perda) di tingkat Provinsi, Kabupaten, atau Kota. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami posisi dan arti penting RIPPARDA dan menguasai tahapan penyusunan RIPPARDA secara komprehensif.
Perjalanan survei tim Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) Murung Raya, dimulai. Survei ini merupakan bagian dari pemetaan potensi dan daya tarik wisata. Diawali pagi hari, Jumat, 6 September 2024 berkoordinasi di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kabupaten Murung Raya, diterima oleh Kepala DKOP, Kabid Pengembangan Destinasi dan jajaran berdiskusi sekilas tentang perkembangan pembangunan kepariwisataan dan tentunya membahas rencana kegiatan survei tim selama berada di wilayah Murung Raya. Setelah dirasa cukup, Tim Puspar UGM dan Tim DKOP memulai petualangan berbagi dua mobil Hilux 4WD, karena medan jalanan pedalaman yang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tertentu. Medan yang menantang butuh kendaraan yang fit agar bisa naik turun bukit/gunung.
Pusat Studi Pariwisata UGM bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara menyusun Masterplan Kawasan Pariwisata Pulau Meti. Kegiatan ini diawali dengan melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada 5 Juni 2024 bertempat di Kantor Balai Desa Todukuiha, Kec. Tobelo Timur, Kab. Halmahera Utara. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh stakeholder terkait. Hadir dalam kegiatan ini tim tenaga ahli Puspar UGM Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si dan Wijaya, S.Hut., M.Sc.

Sementara itu, paparan akhir Penyusunan Masterplan Kawasan Pariwisata Pulau Meti dilaksanakan secara online melalui zoom meeting pada 26 Agustus 2024.
Pusat Studi Pariwisata UGM bekerja sama dengan US Embassy dan The Asia Foundation dalam program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Regional Workshop: Sustainable and Inclusive Cultural Tourism yang dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk mendorong para pemimpin muda untuk berdiskusi mengenai isu-isu pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif serta menciptakan ruang bagi generasi muda untuk memperkuat jaringan dan komunitas mereka di seluruh Asia Tenggara.
Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) pada tanggal 30 Juli–1 Agustus 2024. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bantul. Peserta pelatihan merupakan ASN dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait kebijakan pembangunan kepariwisataan serta proses penyusunan RIPPARDA sebagai dasar dalam perencanaan dan pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Bantul ke depan.
Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau dalam menyusun Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Malinau tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Malinau Tahun 2025-2045.
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, pembangunan kepariwisataan daerah diselenggarakan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) yang meliputi perencanaan pengembangan industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, dan kelembagaan pariwisata. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Malinau menyusun dokumen RIPPAR tersebut, dan selanjutnya akan diproses menjadi Peraturan Daerah tentang RIPPAR.
Semiloka bertema Surat Cinta dari Bulaksumur: Membangun Masa Depan Pariwisata Indonesia yang Tangguh, Berdaulat, dan Bertanggung jawab menandai Peringatan Dies Natalis Pusat Studi Pariwisata UGM ke-30. Semiloka digelar sebagai wujud perjalanan 30 tahun Puspar UGM berdiri dan kedepannya untuk terus menelurkan gagasan sebagai bentuk kontribusinya bagi perkembangan kepariwisataan Indonesia agar semakin lebih baik.

Pengakuan masyarakat global terhadap pembangunan kepariwisataan di Indonesia memperlihatkan perkembangan yang baik, dengan dicapainya peringkat 22 dunia berdasarkan Travel Tourism Development Index yang sebelumnya bertengger pada peringkat 32. Apabila merujuk pada peringkat di atas, secara kuantitatif pembangunan pariwisata Indonesia lebih baik dari Belgia, Selandia Baru, dan Turki. Prestasi ini tentu saja tidak terlepas dari intervensi berbagai kebijakan negara yang pro pada pembangunan industri pariwisata. Salah satunya, terlihat dari peran aktif Indonesia pada kancah global Konferensi Tingkat Tinggi Archipelago and Island States Forum KTT AIS Forum 2023. Melalui forum ini, Indonesia mengajak negara-negara pulau dan kepulauan guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui penerapan langkah penting antara lain: mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; penerapan blue economy, penanganan sampah, serta tata kelola maritim. Forum ini penting dalam kontribusi ekonomi yang signifikan.
Berikut kami sampaikan materi Semiloka Kepariwisataan 30 Tahun Puspar UGM yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada pada 23 Juli 2024.