Penyajian paparan pada FGD Pendahuluan dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) Nganjuk Tahun 2026–2045 berlangsung di Kantor Dinasporabudpar Kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari tindaklanjut kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dengan Pemkab Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.
Acara dibuka oleh Kepala Dinasporabudpar, Dra. Sri Handariningsih, M.M. dan dihadiri pimpinan OPD seperti Bappeda, Dinas PUPR, DPMPTSP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Perum Perhutani KPH Nganjuk, para Camat, Kepala Desa, Pengurus Pokdarwis, Pengelola Hotel, Manajemen Jolotundo Glamping & Edupark, dan tim Puspar UGM dipimpin langsung oleh Kepala Puspar, Dr. Mohamad Yusuf, M.A.
Dalam paparannya, Dr. Mohamad Yusuf, M.A., yang didampingi oleh tenaga ahli Sotya Sasongko, S.Sos., M.Si.,; Wijaya, S.Hut., M.Sc.,; dan asisten Ika Rachmadani Kurniawan, A.Md. menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi landasan awal penyusunan Ripparkab. Beberapa hal lain yang disampaikan oleh dua peneliti lainnya diantaranya posisi kepariwisataan Kabupaten Nganjuk menurut Ripparnas 2010-2025, Ripparprov Jawa Timur 2017-2032, RPJPD/RPJMD/RTRW, hirarki perencanaan kepariwisataan, lingkup kegiatan dan keluaran, pendekatan perencanaan, rencana kerja, kajian awal (desk study), profil awal destinasi, gambaran awal wisatawan, dan memaparkan temuan awal survei lapangan.

Sebagai bagian dari proses penyusunan Ripparkab, tim Puspar UGM juga melakukan pengamatan lapangan (observasi) di beberapa kecamatan yang memiliki daya tarik kepariwisataan, diantaranya Kecamatan Nganjuk, Sawahan, Ngetos, Loceret, Ngluyu, Berbek, Ngronggot, Patianrowo, Rejoso, Tanjunganom, dan Jatikalen. Peneliti mencoba memotret kondisi daya daya tarik wisata dan melakukan interview kepada pengelola dan pengunjung. Selain itu, dilakukan pula diskusi curah gagasan dengan sejumlah pimpinan dan Kepala OPD, yaitu Staf Ahli Perekonomian dan Keuangan Setda Nganjuk, Disporabudpar, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta PHRI, guna menjaring aspirasi, masukan, dan harapan terkait pengembangan pariwisata Kabupaten Nganjuk ke depan.




Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan Ripparkab Nganjuk 2026–2045 dapat menjadi dokumen perencanaan strategis yang komprehensif, partisipatif, dan berorientasi pada pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, memberdayakan, berdaya saing dan inklusif.






