Kabupaten Ende memiliki pesona alam dan budaya sebagai modal dalam pembangunan pariwisata. Daya tarik wisata unggulan skala global di wilayah ini ialah Danau Kelimutu yang termasuk sebagai salah satu dari 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kelimutu-Ende. KSPN Ende-Kelimutu membutuhkan daya tarik wisata penyangga yang ada disekitarnya agar wisatawan memperoleh pengalaman utuh dan alternatif daya tarik yang dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan. Selain Kelimutu, daya tarik wisata lainnya yang sangat potensial untuk dikelola di wilayah ini adalah Pantai Kota Raja. Pantai ini memiliki keindahan alam yang menarik, didukung hamparan pasir yang lembut sehingga aman untuk melakukan aktifitas di area ini serta terletak dekat dengan Kota Ende. Upaya mewujudkan kawasan wisata bahari Pantai Kota Raja sebagai daya tarik wisata unggulan, diperlukan dokumen perencanaan sebagai basis pembangunan. Master Plan ini bertujuan: (a) melakukan identifikasi kondisi eksisting kawasan pantai; (b) merumuskan tujuan, sasaran, strategi, dan rencana pengembangan (nonfisik dan fisik); dan (c) menyusun gambar kerja DED dan engineering estimate.
Pantai Kota Raja berada di dua wilayah, yaitu Kelurahan Kota Raja dan Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Panjang pantai ±900 meter dengan batas wilayah mulai dari Kantor Satuan Polisi Perairan&Udara Resort Ende Kelurahan Kota Raja hingga berujung di SMAK Frateran Ndao Kelurahan Kota Ratu. Kawasan pantai ini berada di kawasan pesisir bermorfologi dataran rendah dengan kemiringan landai. Pantai ini terletak sangat strategis, hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari Taman Renungan dan Situs Pengasingan Bung Karno, menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mudah diakses oleh wisatawan. Salah satu daya tarik utamanya adalah keindahan spot-spot foto yang ditawarkan. Pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi, deretan perahu nelayan yang berjejer rapi di tepi pantai, serta pasir hitam lembut yang memeluk bibir pantai menjadi latar belakang alami yang sempurna untuk mengabadikan momen saat berkunjung di pantai ini. Pantai Kota Raja menjadi ramai saat menjelang senja. Wisatawan yang ingin menikmati suasana matahari terbenam setiap sore berkumpul di sepanjang pantai, memandangi lautan luas dengan pemandangan Pulau Ende, pulau bersejarah yang berkilauan dalam cahaya senja.
Kajian ini mengungkap bahwa Pantai Kota Raja memiliki potensi daya tarik wisata baik bentang darat pantai maupun bentang laut (seascape). Tipologi pantai Kota Raja ialah pesisir. Tipe pesisir seperti ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata panorama alam pantai, wahana bermain air dan pasir, wisata perahu dan dayung, wisata kuliner pantai dan wisata olahraga (sport tourism) paralayang (titik terbang dari bukit Kezimara yang membatasi pesisir dan mendarat pada salah satu titik di pesisir tersebut.
Pengembangan Pantai Kota Raja dihadapkan permasalahan, diantaranya (a) gelombang pasang pada musim pancaroba (November-Desember) merusak pesisir pantai dan membahayakan rumah-rumah sekitar pantai; (b) persoalan sanitasi, sampah, dan pembuangan limbah (kiriman sampah dari wilayah atas); (c) peran masyarakat lokal dalam mengelola pantai (pemberdayaan) masih minim; (d) kelembagaan pengelolaan pariwisata pantai belum terbentuk; (e) akses jalan depan pantai sempit (terbatas) dan macet pada waktu-waktu ramai; (f) usaha dan kegiatan masyarakat dapat mensupport pariwisata; masih terbatas dan (g) sektor ekraf (kuliner, tenun, kerajinan) belum tumbuh dan berkembang.
Berdasarkan analisis eksisting, pengembangan kawasan Pantai Kota Raja terbagi menjadi tiga segmen, yaitu:
- Segmen 1 yang mengusung karakter kawasan Pantai Kota Raja.Area ini relatif secara eksisting telah terbangun sejak tahun 2021 dan tertata dengan baik, yaitu bangunan café dengan view pantai. Pembangunan di area ini mendapat dukungan dari masyarakat, hal ini terlihat dari kondisi saat ini Café yang cukup ramai pengunjung dan menjadi objek wisata andalan Kabupaten Ende.
- Segmen 2 dengan karakter kawasan pejalan kaki dan Desa Wisata Bahari.Secara eksisting area ini belum tertata meskipun secara kultur sangat sarat dengan karakter desa wisata bahari. Banyak kegiatan sosial dan ekonomi yang dinisiasi masyarakat berkembang di area ini, sehingga untuk mengakomodasi hal tersebut direncanakan akan terbangun fasilitas yang akan mewadahi aktivitas ekonomi masyarakat serta sarana sosial dan budaya khususnya olahraga.
- Segmen 3 yang khusus diperuntukkan sebagai kawasan kuliner.Area ini secara eksisiting juga belum terbangun, namun perencanaan di area ini tetap memiliki fokus yang sama dengan segmen 2, yaitu mewadahi aktivitas ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Berikut gambaran pembagian segmen 2-3 Pantai Kota Raja.
Kajian ini hasil kerja sama Dinas Pariwisata Kabupaten Ende dengan Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM.
Hasil kajian lengkap dapat diperoleh dengan menghubungi Puspar UGM (Wijaya, S.Hut., M.Sc/Studio)