Puspar UGM bekerja sama dengan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf terkait Evaluasi Kesiapan Implementasi Pariwisata Tangguh dan Berkelanjutan Dalam Pengembangan Desa Wisata di 5 DPSP. Diskusi kelompok terpumpun (DKT) hasil ini dilaksanakan di Gedung Fillm Pesona Indonesia, merupakan tindak lanjut dari DKT pertama yang telah dilaksanakan pada Juli 2023 di Yogyakarta. Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategis Ibu Dessy Ruhati, sambutan oleh Direktur Kajian Strategis Ibu Agustini Rahayu dilanjutkan pemaparan materi oleh Kepala Puspar UGM Dr. Mohamad Yusuf, MA dan Dr. Destha Titi Raharjana, M.Si. (25/8)
Penelitian
Pusat Studi Pariwisata UGM berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Borobudur Menyusun Strategi Pengembangan Pemasaran Kawasan Pariwisata Tahun 2024-2029. Tahap finalisasi dokumen ini disampaikan dalam FGD Laporan Akhir di Hotel Grand Tjokro Yogyakarta. Acara diawali dengan sambutan Kepala Puspar UGM Dr. Mohamad Yusuf, M.A, dibuka secara resmi oleh Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BPOB Bapak Ramlan Kamarullah. Dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diskusi, tanggapan para reviewer dan ditutup oleh Direktur Utama BPOB Bapak Agustin Peranginangin. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun sebuah dokumen Strategi Pengembangan Pemasaran Kawasan Pariwisata Borobudur secara terintegrasi, terukur, dan terarah, Rabu (23/8)
Pusat Studi Pariwisata UGM telah melaksanakan presentasi laporan akhir Reviu Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Provinsi Kalimantan Utara. Tim Puspar UGM dipimpin langung oleh Kepala Puspar UGM, Dr. M. Yusuf, M.A didampingi oleh para tenaga ahli Prof. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A, M.Phil, Sotya Sasongko, S.Sos, M.Si, dan Wijaya, S.Hut, M.Sc.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 7 agustus 2023 di hotel Tarakan Plaza diawali sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si dan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Burhanudin S.Sos, M.Si.
Pusat Studi Pariwisata UGM telah melakukan FGD Penyusunan Strategi Pengembangan Pemasaran Kawasan Pariwisata Borobudur tahun 2024-2029 bekerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Borobudur.
Kegiatan ini sebagai ikhtiar untuk menyusun sebuah dokumen strategis terkait dengan pemasaran kawasan pariwisata Borobudur dengan segmentasi pada wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dengan tersusunnya dokumen strategi ini diharapkan akan menjadi panduan untuk mendapatkan pola kerja pemasaran terukur dan efektif.
Puspar UGM menjadi narasumber dalam Rapat Kerja dengan Tema Capacity Building Pengelolaan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya yang diselenggarakan oleh Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY. (17/7)
Pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas pengelola desa/kalurahan dan organisasi di tingkat desa/kalurahan mandiri budaya dari sisi intelektual maupun ketrampilan dalam pembangunan kapasitas pengelolaan desa/kalurahan mandiri budaya serta kemampuan koordinasi terkait penyelenggaraan kebijakan desa/kelurahan mandiri budaya di DIY. Dari hasil rapat kerja, diharapkan dapat menghasilkan menghasilkan rumusan rekomendasi bahan kebijakan Penyelenggaraan Kebijakan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya berkaitan dengan keberlanjutan program Desa/Kalurahan Mandiri Budaya di masing-masing desa/kalurahan maupun rekomendasi terkait kebijakan pengembangan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pusat Studi Pariwisata UGM berkolaborasi dengan Badan Pelaksana Otorita Borobudur melaksanakan kegiatan FGD Hasil dari Analisis Impelementasi Hasil Fasilitasi Pengembangan Kompetensi di Kawasan Pariwisata Borobudur. Kegiatan ini berlangsung secara luring di Balkondes Karanganyar, Magelang. Acara dibuka oleh Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Pariwisata BPOB Bapak Bisma Jatmika, turut hadir tim Puspar UGM yang dipimpin langsung oleh Kepala Puspar UGM Dr. M. Yusuf, MA.
Maksud kegiatan ini adalah untuk memperoleh data hasil efektifitas kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di kawasan pariwisata Borobudur pada T.A 2020-2022. Dengan tujuan untuk mengetahui kebijakan pengembangan pariwisata di Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya dalam pengembangan kompetensi pengelola daya tarik wisata/desa wisata, menyajikan analisis dari kegiatan implementasi hasil fasilitasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Kawasan Pariwisata Borobudur dan merumuskan strategi tindak lanjut berjangka waktu dalam upaya pengembangan kompetensi SDM di daya tarik wisata/desa wisata secara komprehensif.
Kabupaten Magelang mempunyai daya tarik wisata berskala internasional yaitu Candi Borobudur. Pengembangan kawasan tersebut mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah dengan penetapan menjadi destinasi super prioritas. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Magelang juga telah mempunyai rencana induk pembangunan kepariwisataan (Rippar) yang disusun tahun 2013. Saat ini, mendekati usia 10 tahun Rippar, agaknya perlu dipertimbangkan untuk melakukan kaji ulang terhadap dokumen tersebut. Hal ini dilakukan agar isu-isu terkini serta dinamika kepariwisataan yang semakin cepat dapat diwadahi dalam rumusan-rumusan kebijakan dan program di Rippar yang baru. Selanjutnya, Rippar tersbut ditindaklanjuti dengan peraturan daerah tentang Rippar Kabupaten Magelang yang berisi kebijakan, strategi dan program pembangungan wisata sesuai dengan dokumen yang telah disusun.
Pembangunan kepariwisataan Halmahera Utara tidak terlepas dari destinasi Moratai sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang saat ini mulai berkembang dan ramai kunjungan. Oleh karena itu, satu hal penting dalam membangun pariwisata di Halmahera Utara adanya sinergitas antar pemangku kepentingan, termasuk antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Maluku Utara. Pemkab sangat berharap mendapat imbas dan limpahan wisatawan dari Morotai ini. Dengan pembangunan kepariwisataan di wilayah Halmahera Utara meyakini akan mempercepat masuknya investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan sumber pendapatan baru di luar perikanan dan tambang. Dengan kehadiran pariwisata juga diharapkan mampu melestarikan alam, lingkungan dan budaya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo menggandeng Pusast Studi Pariwisata UGM dalam penyusunan Masterplan Pantai Dewaruci Berkelas Internasional. Pantai Dewaruci merupakan salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Purworejo. Akses dari Yogyakarta International Airport sekitar 5 kilometer. Berbagai potensi unggulan yang dimiliki wilayah ini harus dapat dikembangkan secara optimal dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang kuat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan agustus sampai september 2022, atas kerja sama Pusat Studi Pariwisata UGM dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo. Tahapan kegiatan antara lain survey, identifikasi potensi, dan wawancara dengan pelaku wisata di Pantai Dewaruci.
Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan daya saing daerahnya melalui pembangunan sektor kepariwisataan. Salah satunya melalui perencanaan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Bukit Batu di Kecamatan Bukit Batu dan KSP Sabangau di Kecamatan Sabangau. Keduanya dinilai memiliki peluang pengembangan berbasis potensi lokal yang dimiliki. Kawasan Sabangau dengan ikon Taman Nasional Sabangau, dan Kawasan Bukit Batu dengan ikon TWA Tangkiling. Kajian ini disusun dengan tujuan; (a) mengidentifikasi tingkat kesiapan komponen 6A di destinasi meliputi: atraksi, amenitas, aksesibilitas, ketersediaan paket wisata, aktivitas wisatawan, dan pelayanan, serta fasilitas umum yang terkait dengan aktivitas kepariwisataan pada wilayah kajian, (b) Menganalisis masalah dan rekomendasi pengembangan destinasi pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 2 dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 4, dan (c) merumuskan indikasi program Pengembangan rencana detail pembangunan Kawasan Pariwisata Kota Palangka Raya di Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 2 dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) 4 di tahun 2023-2027.