slide
Penyusunan Review RIPPDA Kabupaten Tambrauw
Pusat Studi Pariwisata UGM bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga menyusun review Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Tambrauw
slide
Kegiatan dibuka Destha Titi Raharjana, S.Sos., M.Si. mewakili Pusat Studi Pariwisata UGM
slide
PLT Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga
slide
Peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan menjadi kunci dalam pembangunan kepariwistaan Kabupaten Tambrauw terutama penguatan di tingkat kampung.
slide
slide
Semangat membangun kepariwisataan Kabupaten Tambrauw
Prev
Next

PELATIHAN PUSPAR UGM

PELATIHAN 2016
NoMateri Pelatihan Gelombang IGelombang II
1Penyusunan & Perencanaan Dokumen Rencana Induk Kepariwisataan 29-31 Maret 23-25 Agustus
2Penyusunan & Perencanaan Dokumen Rencana Induk Objek Wisata 13-15 April 14-16 September
3Perencanaan Kawasan Strategis Pariwisata 26-28 April -
4Penyusunan Naskah Akademik & Perda Kepariwisataan 10-11 Mei -
5Pengembangan Ekowisata 24-26 Mei -
6Pengembangan Agrowisata 15-17 Maret 5-7 Oktober
7Pengelolaan Desa Wisata 23-25 Februari26-28 Oktober
8Kajian Kelayakan bidang Pariwisata 10-12 Agustus7-9 Desember
9Pengembangan Pemasaran Destinasi 7-9 September -
10Pengelolaan Tourist Information Center (TIC)-9-10 November
info lebih lanjut

Artikel

  • PARIWISATA DAN KEDAULATAN PANGAN

    Kedaulatan pangan mencuat sebagai isu krusial saat ini. Musababnya adalah bahan pangan lokal kita yang sedang tertimbun oleh volume membubung bahan pangan impor. Pemerintah seakan-akan kehabisan akal untuk menutup keran impor komoditas yang satu ini. Di sisi lain, gengsi sosial untuk mengonsumsi aneka makanan berbahan impor kian meluas. Selera masyarakat ditundukkan oleh rasa nikmat makanan bercitra global yang diproduksi lewat hamparan kuliner, mulai dari kelas kakilima hingga restoran dan hotel mewah.

  • HASIL RISET AKSI “Penguatan Kapasitas Teknis Desa Wisata” : Kasus Pulesari, Wonokerto, Turi Sleman, Yogyakarta.

    Lewat tagline “Desa Wisata Alam dan Budaya Tradisi”, Dewi Pule adalah salah satu contoh, desa wisata yang dikaji Puspar UGM & Lembaga Ombusdman Swasta (LOS) DIY untuk memperlihatkan betapa pentingnya penguatan kapasitas teknis bagi pengelola desa wisata. Kondisi ini disadari mengingat persoalan kapasitas SDM secara umum di desa wisata dan masalah manajemen pengelolaan desa wisata lebih khususnya selalu dijadikan alasan saat mendapatkan mandulnya usaha-usaha yang dijalankan oleh desa wisata pada umumnya, baik di DIY ataupun khususnya Kabupaten Sleman.

  • KEPUASAN WISATAWAN DI DTW KOTA YOGYAKARTA

    Bagaimana dengan kepuasan wisatawan di kota ini? Barangkali hasil Survai Indeks Kepuasan Wisatawan Tahun 2012 bisa dipetik sebagai gambaran. Survai yang dilakukan oleh Pusat Studi Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Budpar Kota Yogyakarta ini meliputi 2000 responden. Kancahnya mencakup di 7 DTW yang dipandang mencatat kunjungan terbanyak, yakni Kraton, Taman Pintar, KB Gembira Loka, Taman Sari, Benteng Vredeburg, Purawisata dan Museum Sonobudoyo. Parameter kepuasan diukur dari mutu atraksi, moda transportasi, makanan dan minuman, fasilitas umum, hiburan, kelancaran perjalanan, hiasan di jalan, dan signage.

  • SUKU DANI DAN SISI LAIN ‘PARIWISATA BUDAYA’

    Lembah Baliem tampak ibarat kuali raksasa. Luasnya diperkirakan tidak kurang dari 1.300 km². Berada di posisi sekitar 1.650 m dpl, ia dibentengi puncak pegunungan dengan ketinggian bervariasi antara 2.500 m hingga 4.500 m dpl. Pegunungan ini penuh lekukan dan hijau oleh bentangan hutan, sementara datarannya dipenuhi semak dan sebagian permukiman. Ketinggian ini membuat suhu udara dingin, terutama pada malam hari, dan mengundang awan dan kabut berkerumum. Dekapan awan bergelombang membuat lembah besar ini tampak dari udara seperti kuali sedang menghangatkan masakan.

  • GUNCANGAN KELAS MENENGAH DAN USIA MUDA

    Potret kelas menengah sebagai motor pembangunan semakin jelas. Mereka menguasai pasar kerja di sektor modern, khususnya jasa, baik sebagai produsen maupun konsumen. Mereka mengenyam pendidikan menengah ke atas (ADB), 2013). Dengan usia yang relatif muda (produktif), gerak mereka akan menentukan arah perubahan sosial dan ekonomi di masa depan.

Featuring Top 5/14 of Artikel

Subscribe

Read more