Volume: 13/SSK-Mei/2013
Seminar Series - Seminar 2013

SEMINAR SERIES KEPARIWISATAAN

MUSEUM di DIY:

 

Mengenali yang kita miliki, Bangga apa yang kita punya,

 

Mari bersama tautkan potensi wisata kita

LATAR

BELAKANG

Daerah Istimewa Yogyakarta yang bersumberkan kekayaan budaya dari dua entitas kerajaan yang masih aktif dan berkuasa hingga sekarang; Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman menjadikan magnet daya tarik wisata budaya sangat besar dan mengundang jutaan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Potensi kunjungan museum DIY sangat besar, lebih dari 2,2juta wisatawan di 2010 dan sangat didukung dengan besarnya animo wisatawan terutama di Museum Keraton Yogyakarta, Museum Kebon Binatang Gembiraloka dan Museum Monumen Jogja Kembali.

Di samping itu, DIY juga memiliki potensi besar di bidang wisata permuseuman, dengan jumlah 32 museum yang tergabung dalam Asosiasi Museum BARAHMUS DIY (Badan Musyawarah Musea) yang merupakan 15% dari seluruh museum di Indonesia, dan sudah dinyatakannya museum di tujuan pemerintahan DIY sebagai daerah tujuan wisata utama. Dukungan secara nasional juga dengan dilaksanakannya Gerakan Nasional Cinta Museum 2010-2014 dan tahun 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum. Langkah nyata juga dilakukan dengan program revitalisasi museum, diantaranya perbaikan bangunan fisik dan tata pameran menuju standar internasional, di DIY: Museum Wayang Kekayon, Museum Affandi, Museum Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo.

Strategi yang dilaksanakan juga dengan peningkatan inovasi peragaan koleksi museum yang menjadi berbasis teknologi informasi, audio visual, layar sentuh dan interaktif bagi pengunjung, sehingga sudah makin sesuai daya tarik wisata yang something to see, something to do, something to buy. Museum juga telah memiliki paket kunjungan yang menarik, seperti paket membatik, melukis topeng, kipas, dll., belajar gamelan, belajar menari jawa klasik, paket wayang orang, berpakaian seperti pilot penerbang, foto bersama satwa pilihan, dll. Museum saat ini juga tidak hanya sebagai tempat melihat benda koleksi sejarah yang indah, tapi juga menjadi tempat kumpul komunitas, ruang pertemuan, seminar, pahargyan pernikahan, wahana praktek kerja lapangan pelajar/mahasiswa. Hal ini yang menjadi value added dari keberadaan museum di DIY.

Untuk makin meningkatkan pemasaran, peran sosial media saat ini telah menjadi sangat penting, sinergitas makin diperlukan terutama untuk brand awareness dari museum-museum DIY. Keindahan bangunan museum yang terabadikan oleh para pengunjung yang dengan bangga mengupload di akun miliknya sangat positif untuk pemasaran bagi objek wisata kita di Yogyakarta. Keberadaan facebook, twitter, instagram, makin mudahnya berkirim pesan & gambar via BBM, whatsapp, email dll mestinya makin kita tindaklanjuti sebagai pencerahan baru dengan pelaksanaan program terpadu kebersamaan bagi semua stake holder di bidang kepariwisataan.

FOKUS

DISKUSI

Mengidentiikasi upaya yang telah dijalankan tentang daya saing Museum di DIY dalam rangka menjadikan museum sebagai bagian dari paket wisata unggulan di Daerah istimewa Yogyakarta.

PEMBICARA

RM. Donny S. Megananda

( Ketua II Barahmus DIY, Pengelola Museum Wayang Kekayon, Yogyakarta)

WAKTU DAN TEMPAT

Hari/Tanggal       :     Kamis, 16 Mei 2013

Jam                           :     08.30 – 11.00 wib

Tempat                    :     Ruang Rapat - Pusat Studi Pariwisata (PUSPAR) UGM Bulaksumur J-3, Yogyakarta


GRATIS, konfirmasi peserta Sdri Winda atau Isni (0274) 564138